Proses Pemesinan

Posted: November 16, 2011 in TEknik Pemesinan

Proses Pemesinan

Proses pemesinan adalah proses pemotongan material menjadi bentuk benda kerja dengan menggunakan perkakas potong yang dipasang pada mesin perkakas. Sedangkan mesin perkakas adalah suatu mesin atau alat di mana energi yang diberikan digunakan untuk mendeformasikan dengan selanjutnya memotong material ke dalam bentuk dan ukuran dengan kekasaran yang sesuai dengan yang diinginkan.
Bagi suatu tingkatan proses, ukuran obyektif ditentukan dengan pahat harus membuanag sebagian material benda kerja sampai ukuran obyektif tercapai. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara menentukan penampang geram sebelum terpotong dan selain itu setelah berbagai aspek teknologi ditinjau maka kecepatan pembuangan geram dapat dipilih agar waktu pemotongan sesuai dengan yang dikehendaki. Situasi ini timbul pada perencanaan proses pemesinan, dengan demikian dapat ditentukan lima eleman dasar proses pemesinan yaitu :
  1. Kecepatan potong (Cutting Speed),   v =  π.d.n/1000            : m/ menit
  2. Kecepatan makan (Feeding Speed),   vf = f . n                      : mm/min
f = fz . z                  : mm/gigi
  1. Kedalaman pemotongan (Depth of Cut),       tc = lt/vf            : menit
lt =  lv + lw + ln
lv ≥    a (d – a )                        ; untuk mengefreis datar
lv ≥ 0                                       ; untuk mengefreis tegak
ln ≥ 0                                       ; untuk mengefreis datar
ln ≥ d/2                                    ; untuk mengefreis tegak
  1. Waktu pemotongan (Cutting Time)                                        : tc (menit)
  2. Kecepatan penghasilan geram (Rate of Metal Removal)
Z = vf . a. w/ 1000                                                             : cm3/min
Elemen proses pemesinan dihitung berdasarkan dimensi benda kerja, alat potong serta jenis mesin tersebut.
3.2.1 Klasifikasi Proses Pemesinan
Pahat yang bergerak relatif terhadap benda kerja, akan menghasilkan geram dan sementara itu permkaan benda kerja secara bertahap akan membentuk menjadi komponen yang dikehendaki. Pahat menurut klasifikasinya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Pahat bermata potong tunggal (Single Point Cutting Tool).
  2. Pahat bermata potong jamak (Multiple Point Cutting Tool).
Gerak relatif pahat terhadap benda kerja dibagi menjadi dua macam, yaitu :
  1. Gerak potong (Cutting Movement)
  2. Gerak makan (Feeding Movement)
Jika melihat hal tersebut di atas maka proses pemesinan dapat di kelompokkan menjadi tujuh macam (gambar 3.1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s